RATU GIVANA, Pencetus Gerakan Indonesia Bebas Kanker

Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Pada tahun 2012,

sekitar 8,2 juta kematian disebabkan oleh kanker.

Kanker paru, hati, perut, kolorektal, dan kanker payudara adalah penyebab terbesar kematian akibat kanker setiap tahunnya.

Kanker yang menyebabkan infeksi virus seperti virus hepatitis B/hepatitis C dan virus human papilloma berkontribusi terhadap 20% kematian akibat kanker di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Lebih dari 60% kasus baru dan sekitar 70% kematian akibat kanker di dunia setiap tahunnya terjadi di Afrika, Asia dan Amerika Tengah dan Selatan.

Di Indonesia sendiri, menurut data WHO, pada tahun 2012 ada sekitar 4900 kasus kanker otak yang terjadi.

Jika dilihat dari jenis kelaminnya, maka pengidap kanker otak berjenis kelamin pria sedikit lebih banyak dibanding wanita.

Ratu Givana pendiri Pengobatan khusus dan kanker “Tramedica” secara gamblang menjelaskan kepada beritaenam.com, bahwa pada umumnya kanker dapat muncul karena ada perilaku yang menyimpang dari orang tersebut, seperti kurang konsumsi buah dan sayur, kurang aktivitas fisik, merokok, dan Konsumsi alkohol berlebihan.

“ Kami di Pengobatan Tramedica Medical Nature International sendiri setiap harinya melayani puluhan pasien yang menderita penyakit tumor dan kanker. Dengan misi Indonesia sehat, Indonesia bebas kanker, kami melayani dengan sepenuh hati sampai tuntas,” Ujar wanita berdarah Aceh ini menambahkan.

Tramedica mewajibkan setiap pasiennya membawa hasil medis seperti USG atau CT SCAN. Pengobatan Tramedica sudah menjadi rekomendasi dokter dan menjadi pengobatan pendamping bagi penderita tumor dan kanker tanpa operasi dan kemoterapi.

Saat ini TRAMEDICA MEDICAL NATURE INTERNASIONAL ‘RATU GIVANA’ sudah ada 19 cabang di Indonesia. Informasi lebih lengkap bisa menghubungi call center : 081297102727 – 08159272727-www.kliniktramedica.net

Bagaimana Mengatasi Kanker Payudara?

Kanker Payudara menempati urutan teratas setelah kanker serviks yang berisiko pada kematian.

Pertanyaannya adalah, dapatkah kanker ini dicegah dan disembuhkan??

Dengan tegas, Ratu Givana mengatakan bisa. Praktisi pengobatan alternatif berbasis herbal, yang sudah 15 tahun lebih malang melintang di jagad pengobatan tradisional. Khususnya tumor dan kanker. Untuk pencegahan, Ratu Givana menegaskan satu hal.

“Sumber penyakit, apa pun penyakitnya, adalah bersumber pada apa yang kita makan. Jadi pencegahannya adalah harus diawali dari pola hidup kita. Makan harus memenuhi standar kebutuhan tubuh, olahraga dan istirahat cukup dan selalu waspada pada setiap sinyal dari tubuh kita,” katanya.

Sinyal tubuh yang dimaksud adalah, pada perubahan atau gejala-gejala tidak nyaman di tubuh yang harus SEGERA disikapi secara positif. Periksa ke dokter dan pastikan tubuh tidak ada masalah. “Pengobatan Tramedica itu bersinergi dengan pengobatan konvensional. Bersinergi dengan laboratorium, dengan dokter dan rumah sakit. Kami tidak bisa memformulasikan ramuan tanpa membaca hasil rekam medis atau hasil pencitraan dari teknologi medis. Itulah sebabnya kami menjalin kerjasama dengan laboratorium untuk memantau perkembangan pasien.”

Pun dengan Kanker Payudara. Penyakit ini bisa cepat disembuhkan jika setiap masyarakat memiliki pengetahuan yang memadai. Mengenali gejala-gejala dan kemungkinan penyebab-penyeban maupun pemicunya. “Secara medis, kanker dan tumor belum bisa diketahui secara pasti penyebabnya. Baru terdeteksi setelah stadium lanjut. Dan untuk memastikan stadium sebuah kanker hanya lewat pencitraan medis,” kata Ratu Givana.

Beberapa pertanyaan yang sering dikemukakan saat konsultas dengan Ratu Givana. Dan dari sinilah Ratu Givana mengeksplorasi metode penyembuhannya. “Meski sama-sama kanker payudara dengan stadium sama, tetapi eksplorasi dan eksekusi ramuannya pasti ada perbedaan, karena antara pasien satu dengan pasien lain memiliki keluhan pendamping yang menyertainya.”

Banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul bermuara dari mitos. Bukan berdasarkan fakta klinis. Disinilah kelebihan Tramedica dalam mengawal pasien dalam menjalani fase-fase dari target penyembuhannya.

“Tramedica memakai sistem target-target sehingga memang butuh waktu. Selama menjalani penyembuhan ini kami mengawal dan mengontrol perkembangan pasien,” tandas Ratu Givana.

Dengan memiliki 20 cabang dari Medan sampai Papua, Ratu Givana menyusun jadwal kunjungan di setiap cabang. Ratu Givana memiliki empat asisten khusus yang tidak hanya mengunjungi cabang, tetapi juga secara khusus mengawal pasien-pasiennya.

Pesatnya perkembangan Tramedica juga dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dengan mendirikan klinik yang meniru atau mirip-mirip Tramedica.

Tramedica Ratu Givana tidak bertanggungjawab atas munculnya klinik-klinik yang mengatasnamakan Tramedica. “Segala risiko dari layanan dan pengobatan klinik yang palsu tersebut bukan menjadi tanggungjawab kami. “

Jadwal kunjungan dan alamat cabang bisa dilihat di www.kliktramedica.com atau www.kliniktramedica.net. Sedangkan info tentang Tramedica bisa diperoleh dengan menghubungi call center 081297102727 – 08159272727.

Tumor & Kanker Bisa Sembuh Tanpa Operasi

Penyakit Tumor dan Kanker dianggap momok bagi masyarakat.

Ketakutan itu terjadi karena pengetahuan masyarakat tentang tumor dan kanker memang belum semuanya memahami, bahwa penyakit tersebut bukan sesuatu yang harus ditakuti, tetapi harus dihadapi. Artinya harus ada kemauan untuk mengatasinya,

Pengobatan Tramedica (Traditional Medical Cancer) Ratu Givana menawarkan solusi yang rasional. Bahwa penyakit tersebut dapat diatasi dengan disiplin dan komitmen. Disiplin pada anjuran-anjuran yang harus dijalankan, serta komitmen untuk berani merubah pola hidup.

Pengobatan berbasis herbal terbukti dapat mengatasi masalah Tumor dan Kanker. Dengan komitmen mengonsumsi herbal alami ditunjang dengan herbal-herbal yang diracik secara khusus berdasarkan keluhan pasien, maka penyakit tersebut dapat disingkirkan.

“Penyakit Tumor dan Kanker bukan penyakit yang tiba tiba muncul, tetapi timbulnya kanker pun melalui proses yang panjang, bertahun-tahun. Praktis, penyembuhannya pun tidak dapat diperoleh dalam waktu singkat dan instan,” kata Ratu Givana, Queen of Medical Cancer.

Banyak metode pengobatan. Baik konvensional maupun alternatif, sebagaimana yang ditawarkan Tramedica. Metode pengobatan Tramedica adalah secara oral. Tanpa operasi dan tanpa kemoterapi. “Metode ini menargetkan penyembuhan dengan sistem target. Target menghentikan pertumbuhan sel kanker, mengikis masa tumor atau kanker dan mematikan sel kanker.”

Kepedulian masyarakat terhadap penyakit Tumor dan Kanker mutlak dibutuhkan. Sosialisasi saja tidak cukup. Butuh tindakan riil berupa langkah-langkah nyata yakni menjalankan program sampai ke tingkat akar rumput, alias masyarakat di pelosok.

Ratu Givana sudah melakukan kunjungan dan audiensi dengan sejumlah pemerintah daerah. Dari Jambi, Sumatera Utara, Jawa Tengah, jawa Timur, Jawa Barat dan Bali. Dalam rangka menciptakan Indonesia Sehat dan Indonesia Bebas Kanker, Ratu Givana juga berperan aktif dalam rangka membantu penderita sebagai Corporate Social Responsibility (CSR) yang membantu program pemerintah mengatasi penyakit tumor dan kanker.

Tramedica sudah tersebar di 19 cabang dan untuk mengontrol pasien-pasiennya, Ratu Givana memiliki asisten khusus yang diterbangkan sesuai jadwal yang ditetapkan Ratu Givana. “Dengan keberadaan cabang di 19 tempat saya tidak mungkin sendiri. Beberapa daerah kadang akan diwakili asisten pribadi saya, tetapi bulan berikutnya akan mendapat kunjungan langsung dari saya,” tutup Ratu Givana yang mengaku sudah mendidik secara khusus asisten pribadinya untuk menjalankan tugas kontrol pasien.

Bagi anda yang ingin mengetahui informasi lebih lengkap bisa mengunjungi :  www.kliniktramedica.net.

Call center : 081297102727 – 08159272727.

Kanker Payudara, Momok Yang Menakutkan. Mulai Menyerang Membabi Buta!! Tidak Pandang Usia. Waspada!!

Kanker payudara stadium 1 merupakan kanker payudara stadium awal. Ini adalah kondisi di mana
benjolan kanker pada payudara berukuran 2 cm atau lebih kecil. Benjolan ini masih belum menyebar ke kelenjar getah bening di bagian ketiak.Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang cukup menakutkan bagi seorang wanita, setelah kanker serviks. Sel kanker akan tumbuh dan menyerang jaringan payudara Anda, misalnya saluran keluar air susu, lobulus (pabrik penghasil air susu), bersama jaringan penunjang lainnya seperti jaringan lemak. Gaya hidup, hormonal, dan faktor lingkungan memang dicurigai sebagai penyebab dari kanker ini.Namun, tidak semua orang dengan gaya hidup yang hampir sama juga memiliki risiko untuk terkena kanker payudara. Sehingga masih memerlukan penelitian lebih lanjut.Meski begitu, ada beberapa faktor risiko yang memungkinkan Anda terkena kanker payudara. Misalnya saja jika Anda berusia 50 tahun atau lebih, jika Anda memiliki keluarga dekat atau bahkan ibu yang terkena kanker ovarium atau kanker payudara, pernah muncul benjolan jinak pada payudara atau pernah didiagnosa terkena kanker payudara. Seharusnya, kanker payudara bukan penyakit warisan. Namun, ada gen tertentu, yang disebut BRCA1 dan BRCA2, yang meningkatkan risiko seseorang terkena kanker payudara. Gen ini diduga dapat diturunkan kepada generasi penerus.Ciri-ciri Kanker Payudara yang Perlu Anda Kenali.Simak Tayangan Berikut Ini: https://youtu.be/mq4e4dD_klY

Memiliki risiko atau tidak, tentu tidak ada salahnya untuk mengenali ciri-ciri kanker payudara. Terutama kanker payudara stadium 1. Agar jika sel kanker tersebut tumbuh, Anda tidak terlambat untuk mengobatinya. Berikut ini adalah ciri-ciri kanker payudara stadium 1 yang perlu Anda ketahui.

Munculnya benjolan di payudara
Benjolan di dalam payudara merupakan salah satu pertanda awal dari munculnya kanker payudara. Dan benjolan ini tidak selalu terasa sakit. Meski begitu, tidak semua benjolan yang muncul merupakan benjolan kanker payudara. Benjolan ini dapat teraba saat Anda melakukan pemeriksaan pribadi di rumah. Biasanya teraba saat Anda sedang menstruasi.

Warna kulit payudara Anda berubah

Perubahan warna ini terkadang disalahartikan dengan infeksi. Padahal, jika Anda tidak yakin dengan benjolan yang muncul di dalam payudara, perubahan warna kulit mungkin bisa membuat Anda lebih waspada. Pada tahap ini, kulit payudara akan menjadi kemerahan, seperti terjadi iritasi, tekstur kulit terasa seperti kulit jeruk, permukaan kulit area payudara yang terkena kanker tampak berlekuk-lekuk, dan terjadi penebalan kulit. Meski begitu, pada kanker payudara tipe tertentu yang cukup jarang, perubahan warna tidak terjadi.Puting terasa sakit
Ciri-ciri dari kanker payudara stadium 1 lainnya adalah dengan munculnya perubahan pada bagian puting disertai rasa nyeri. Selain itu, ditandai dengan keluar cairan tidak normal dari puting atau puting melesak.Muncul benjolan pada ketiak
Meski disebut kanker payudara, bukan berarti benjolan pada di bawah ketiak yang Anda temui tidak ada hubungannya dengan kanker ini. Jaringan payudara meluas hingga di bawah ketiak. Itulah kenapa kanker dapat menyebar melalui kelenjar getah bening di bawah ketiak.Guna mengenali ciri-ciri kanker payudara stadium 1 di atas, cobalah untuk rajin melakukan SADARI atau Pemeriksaan Payudara Sendiri setiap bulan. Rajin melakukan SADARI juga dapat membantu Anda mengenali tekstur jaringan payudara Anda. Sehingga jika Anda merasakan ada sesuatu yang tidak biasa pada payudara (bukan perubahan tekstur payudara pada saat Pra menstruasi), Anda akan lebih menyadarinya.

Kanker payudara tidak kalah mematikannya dengan kanker serviks. Meski penyebab dari kanker ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut, tidak ada salahnya untuk lebih waspada terhadap penyakit ini. Anda tetap disarankan menjaga pola makan dan menjalani hidup sehat. Rajinlah melakukan SADARI.

Tramedica adalah pusat pengobatan tumor dan kanker melayani melalui pendampingan dan pengobatan yang berbasis herbal.

Anda tidak sendiri melawan kanker. kami peduli Indonesia sehat Indonesia bebas kanker.

Hubungi kami :
Call Center : 0812 9710 2727 – 0815 927 2727
PIN BB : DC172B71 – www.kliniktramedica.net

Awas Kanker Lambung. Kanker Lambung Dapat Menyerang Remaja Usia 20-an

Dengan seiring perkembangan zaman, gaya hidup manusia cenderung semakin tidak terkontrol dan
tidak sehat, membuat semakin banyak orang yang berusia muda yang terkena penyakit berbahaya, khususnya kanker.
Tak disangka, penyebab kanker lambung di usia yang sangat muda ini ternyata gara-gara kebiasaan sehari-hari yang sangat tidak sehat, contohnya : kerap mengkonsumsi makanan yang memiliki bahan pengawet, jarang bergerak karena hanya duduk seharian di kantor, serta malas minum air putih.
Selain penyebab diatas, ada berbagai macam factor terjadinya kanker lambung, diantaranya :
Mengkonsumsi makanan instan
makanan instan seringkali kaya akan kandungan lemak, garam, serta rendah vitamin dan nutrisi baik lainnya. Hal ini ternyata bisa merusak kesehatan lambung.
Mengkonsumsi makanan yang dipanggang
makanan yang dipanggang bisa memiliki sifat karsinogenik atau bisa menyebabkan kanker.
Makan acar
Salah satu jenis makanan yang diolah dengan cara diawetkan bersama dengan cuka dan garam ini kerap kali dijadikan bahan tambahan pada makanan tertentu. Yang menjadi masalah adalah, makanan ini memiliki kadar garam yang sangat tinggi sehingga bisa memicu masalah penyakit jantung dan kanker lambung.
Mengkonsumsi buah yang mulai membusuk
Mengkonsumsi buah yang mulai membusuk ternyata bisa menjadi pemicu kanker lambung. Meskipun kita sudah memotong bagian yang busuk dan hanya mengkonsumsi bagian yang masih baik, buah ini dikhawatirkan sudah terinfeksi jamur yang bisa memicu datangnya penyakit kanker.
Tramedica Peduli, Indonesia Sehat, Indonesia Bebas Kanker.

Wajib Tahu, 5 Fakta Penting tentang Kanker Serviks

Sedikit pengetahuan bisa membantu memerangi kanker serviks. Faktanya, semakin banyak wanita yang tahu tentang kanker serviks, semakin besar peluang mereka untuk dapat mencegahnya. Tingkat kematian akibat kanker serviks telah menurun lebih dari 50 persen dalam empat dekade terakhir. Ini karena para wanita telah belajar lebih banyak tentang risikonya dan karena jumlah peserta tes Pap yang meningkat, yang membantu dokter mengatasi penyakit ini, catat para ahli. Namun, karena kanker ini seringkali tidak disertai tanda peringatan dini. Berikut lima hal tentang kanker serviks: 1. Penyebab paling umum adalah human papillomavirus (HPV) Sekitar 99 persen kanker serviks disebabkan oleh infeksi menular seksual ini. Strain virus yang paling umum, HPV 16 dan HPV 18, bertanggung jawab untuk sekitar 70 persen dari semua kasus penyakit ini. Baru sekitar 14 juta infeksi HPV terdeteksi setiap tahunnya. Beberapa dibersihkan, tapi infeksi yang menetap dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. 2. Kanker serviks sering dicegah. Administrasi Makanan dan Obat A.S. telah menyetujui tiga vaksin HPV. Yang pertama adalah Gardasil, disetujui pada tahun 2006, untuk melindungi HPV 16 dan HPV 18. Pada tahun 2009, FDA menyetujui Cervarix. Vaksin ketiga, Gardasil 9, yang terbukti 97 persen efektif dalam mencegah kanker serviks, vulva dan vagina dan melindungi terhadap jenis HPV berisiko tinggi lainnya, disetujui pada tahun 2014. Dianjurkan agar pria dan wanita muda, 9 sampai 26 tahun, divaksinasi terhadap HPV. 3. Lesbian dan wanita biseksual cenderung tidak diskrining untuk kanker serviks. City of Hope menyarankan hal ini mungkin karena takut akan diskriminasi, pengalaman buruk dengan dokter di masa lalu, dan kesalahan informasi tentang kanker serviks. Saksikan juga video menarik berikut ini:
4. Semua wanita berusia 21 tahun ke atas harus menjalani tes dan pemeriksaan reguler. Ini harus mencakup pemeriksaan panggul tahunan dan tes Pap periodik, yang dianggap sebagai skrining rutin untuk kanker serviks. Untuk tes Pap, sel diambil dari serviks sehingga bisa diperiksa untuk kelainan apapun.Wanita berusia 20-an harus menjalani tes Pap setiap tiga tahun selama hasilnya tetap normal. Wanita usia 30 sampai 64 tahun harus menjalani tes Pap setiap lima tahun selama hasilnya tetap normal. 5. Tanda peringatan kanker serviks mungkin jarang terjadi. Kanker serviks dapat menyebabkan pendarahan, namun banyak wanita mengalami periode tidak teratur sehingga hal ini mungkin tidak biasa terjadi. Seringkali, penyakit ini tidak menimbulkan rasa sakit atau tanda peringatan yang jelas lainnya, sehingga betapa pentingnya melakukan skrining. Wanita yang mencurigai suatu masalah seharusnya tidak mengabaikan gejalanya dan mencari penanganan medis.
Anda tidak sendiri melawan kanker. kami peduli Indonesia sehat Indonesia bebas kanker.