Bulan November , Bulan Spesial

Hai sahabat sehat Tramedica,

Bulan November adalah bulan special untuk memberikan Promo Sehat agar kitas semua terhindar dan bebas dari penyakit berbahaya, seperti:

– Kanker & Tumor
– Jantung
– Diabetes
– Hipertensi
– Kolestrol
– Dll.

XOGE ORGANIC GRAPE EXTRACT Jus Sari Anggur Beserta Kulit & Bijinya Apakah Anda Tahu? Sistim peredaraan darah manusia terdiri dari darah, jantung dan pembuluh darah. Sistim peredaran darah mengangkut makanan dan zat sisa hasil metabolisme. Jika peredaran darah mengalami penyumbatan dan tidak segera diantisipasi, maka akan menimbulkan masalah kesehatan yang serius. XOGE mudah diserap tubuh & masuk ke dalam aliran darah. Di dalam alirah darah. Senyawa aktif yang terkandung dalam XOGE bekerja untuk meregenerasi, meningkatkan kinerja sel & jaringan, serta memperbaiki sistim peredaran darah.

Senyawa flavonoid yang dihasilkan XOGE dapat meningkatkan produksi HDL (lemak baik) sekaligus menurunkan trigliserida dalam darah. XOGE sangat efektif meningkatkan kerja sel endotelial yang berperan dalam memperbaiki sirkulasi darah dengan menguatkan pembuluh kapiler, arteri, dan vena. Dengan sirkulasi darah yang lancar, maka fungsi organ-organ tubuh akan bekerja optimal. XOGE merupakan hasil olahan buah, kulit dan biji dari anggur violet organic yang mengandung 95% bahan aktif Oligomeric Proanthocyanidin (OPC), suatu antioksidan kuat (20 kali lebih kuat dari vitamin E dan 50 kali lebih tinggi dari vitamin C). OPC terserap dalam darah dan bertahan hingga 72 jam sehingga bermanfaat untuk mencegah timbulnya enzim yang merusak jaringan, otot dan pembuluh darah. OPC merupakan satu-satunya antioksidan yang dapat masuk ke pembuluh darah otak sehingga melindungisel dan jaringan otak yang sangat peka terhadap radikal bebas.

Antioksidan kuat dalam XOGE bekerja dengan memperlambat oksidasi lipid melalui ikatan oksigen, menghambat proses awal, memblok pengembangan dan mengancurkan atau mengikat radikal bebas. Untuk detoksifikasi. Proses pembuangan racun dalam tubuh (toksin) bisa terjadi dalam waktu cepat atau lambat tergantung pada tingkat kandungan toksin pada masing-masing tubuh. Jadi XOGE ini sangat cocok sekali bagi Anda yang mengalami keluhan seperti Tekanan darah yang (cenderung) terlalu tinggi atau rendah, Sakit kepala biasa migren hingga vertigo, Gangguan pencernaan, ginjal dan degenerasi macula, Kadar gula darah tinggi, Peradangan atau alergi, Kulit terasa kering, kusam, flek dan noda hitam, hingga penuaan dini, Cepat lelah, kurang energi, badan terasa pegal dan sakit, Susah tidur / insomnia, Berat badan berlebih atau obesitas Apakah Anda, Pria atau wanita dengan aktivitas dan tingkat stress yang tinggi, Perokok aktif dan menjalani gaya / pola hidup tidak sehat, Sering mengkonsumsi makanan siap saji, Hidup dengan cuaca ekstrim, polusi udara dan air Maka Anda membutuhkan XOGE.

Selain keluhan di atas XOGE juga sangat di anjurkan oleh dr. Darmawan untuk pendampingan pengobatan Tumor dan Kanker (Untuk Pencegahan atau Pasca Pengobatan)

Khusus pembelian Herbal XOGE di bulan November 2018 dapatkan spesial Promo Beli 2 Gratis 1.

*Promo berlaku s/d 30 November 2018.

Dapatkan XOGE di seluruh Cabang Tramedica di Indonesia. Informasi lebih lanjut hubungi Call Center kami di 0812 9710 2727 atau kunjungi website kami di www.kliniktramedica.net

Deteksi Dini Kanker Payudara

Baik di negara maju maupun berkembang, kanker payudara masih menjadi jenis kanker yang paling banyak dialami wanita. Angka kasus penderita kanker payudara kian meningkat setiap tahunnya, dipengaruhi beragam faktor seperti angka ekspektasi kelahiran yang tinggi, meningkatnya urbanisasi dan juga adaptasi gaya hidup Barat yang tidak sehat.

Meski kerap terjadi baik di negara maju dan berkembang, kasus penderita kanker payudara lebih banyak terjadi di negara berkembang, di mana pendapatan ekonomi masyarakatnya termasuk rendah. Kondisi tersebut pula yang memengaruhi faktor memburuknya kanker, karena kecenderungan masyarakat di negara berkembang yang baru memeriksakan kondisinya dan mengetahui bahwa mereka mengidap kanker saat kondisi sudah pada stase akhir.

Merujuk pada kondisi tersebut, pemerintah melalui Departemen Kesehatan harus memberikan petunjuk kepada masyarakat untuk mendeteksi gejala penyakit kanker payudara sejak dini.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan metode screening mamografi sebagai salah satu metode untuk mendiagnosa kanker payudara sejak dini. Metode pemindaian menggunakan sinar X rendah ini terbukti efektif dalam mencegah perkembangan kanker ke stadium lebih lanjut. Metode ini dapat mendeteksi adanya benjolan di payudara dua tahun sebelum seseorang benar-benar merasakannya. Selain itu, pemindaian lebih lanjut juga bisa menentukan apakah benjolan yang dimiliki berpotensi menjadi sel kanker.

Sebelum seseorang memutuskan untuk melakukan pemindaian mamografi atau mammography screening, ia dapat mendeteksi gejala kanker payudara sendiri tanpa harus keluar rumah. Di Indonesia, cara mudah ini kerap dikenal dengan istilah SADARI atau Periksa Payudara Sendiri. Untuk melakukannya, seseorang perlu menunggu tiga sampai lima hari setelah masa menstruasi berakhir. Hal itu dikarenakan perubahan tingkat hormon pada saat menstruasi kerap membuat perubahan sementara pada bentuk payudara, di mana payudara akan lebih kencang dan padat. Tahap untuk melakukan pemeriksaan payudara secara mandiri ini cukup sederhana, Anda hanya perlu berdiri di depan cermin dengan menaruh lengan di sisi tubuh, lalu perhatikan bentuk dan warna payudara dengan seksama. Perhatikan apakah terdapat benjolan atau perubahan bentuk dan ukuran payudara atau perubahan bentuk dan warna pada puting. Tahap terakhir adalah mengecek apakah terdapat cairan yang keluar dari puting, dengan cara menekan lembut puting menggunakan jempol dan jari telunjuk.

Menurunkan Risiko Kanker dengan Makanan Sehat dan Berolahraga

Penyakit kanker merupakan momok menakutkan yang menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di seluruh dunia. Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia WHO, pada tahun 2015 ada sebanyak 8,8 juta manusia yang meninggal akibat kanker. Angka tersebut menandakan bahwa kanker menjadi satu dari enam penyakit paling mematikan yang memengaruhi angka mortalitas dunia. Meski begitu, 30 hingga 50% dari kasus penyakit kanker ternyata masih dapat dicegah. Pencegahan kanker bisa dilakukan dengan mengaplikasikan strategi jitu agar masyarakat sadar akan bahayanya penyakit ini, salah satunya dengan memberikan informasi dan dukungan untuk menerapkan gaya hidup sehat.

Gaya hidup sehat bisa diimplementasikan dengan beragam cara, salah satunya adalah dengan membiasakan diri mengonsumsi makanan dan minuman sehat atau dengan beraktivitas fisik atau olahraga.

Menjaga asupan makanan yang masuk ke tubuh bisa jadi salah satu kunci efektif untuk mencegah diri terserang kanker. Menurut penelitian, terdapat hubungan signifikan antara kelebihan berat badan atau obesitas dengan beragam jenis kanker yang kerap menyerang manusia, seperti esofagus, kolektrum, kanker payudara, endometrium dan juga kanker ginjal. Untuk mencegah hal ini, rutinlah mengonsumsi makanan sehat seperti buah-buahan dan sayuran. Diet yang sehat dan teratur diimbangi dengan olahraga rutin bisa jadi cara efektif dalam memerangi kanker.

Selain menjaga makanan dan berat badan, mencegah datangnya kanker juga dapat dilakukan dengan menjauhi segala faktor yang membawa zat-zat pemicu tumbuhnya sel kanker, yakni merokok. Rokok  mengandung banyak zat berbahaya yang dapat merusak tubuh. Rokok diketahui mengandung ribuan zat kimia berbahaya di mana 50 di antaranya dapat menimbulkan beragam jenis kanker, seperti kanker paru, esofagus, laring, mulut, tenggorokan, ginjal, pankreas, saluran kencing hingga kanker serviks. Tidak hanya kanker, kebiasaan buruk merokok juga meningkatkan risiko penyakit kronis lain sehingga membunuh setidaknya enam juta orang tiap tahun. Risiko tersebut tidak hanya mengintai para perokok aktif tapi juga perokok pasif yang menghirup asap rokok dari lingkungan sekitar.

Ekstrak Herbal Dapat Membantu Mengatasi Kanker Serviks

Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Salah satu gejala dari adanya penyakit ini adalah sakit saat buang air kecil.  Penyakit kanker serviks ini dan merupakan jenis kanker yang menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian wanita dunia.

Kanker serviks menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim.

Menurut Givana, pengobat penyakit kanker dan tumor dari Klinik Tramedica Ratu Givana, Human papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab dari kanker serviks.   Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan WC umum yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik.

Kebiasaan hidup yang kurang baik juga bisa menyebabkan terjangkitnya kanker serviks ini. Seperti kebiasaan merokok, kurangnya asupan vitamin terutama vitamin C dan vitamin E, serta kurangnya asupan asam folat. “Kebiasaan buruk lainnya yang dapat menyebabkan kanker serviks adalah seringnya melakukan hubungan intim dengan berganti pasangan, melakukan hubungan intim dengan pria yang sering berganti pasangan dan melakukan hubungan intim pada usia dini (melakukan hubungan intim pada usia

Kanker serviks membutuhkan proses yang sangat panjang yaitu antara 10 hingga  20 tahun untuk menjadi sebuah penyakit kanker yang pada mulanya dari sebuah infeksi. Oleh karena itu, saat tahap awal perkembangannya akan sulit untuk di deteksi. Oleh karena itu disarankan para perempuan untuk melakukan test pap smear setidaknya 2 tahun sekali, melakukan test IVA (inspeksi visual dengan asam asetat) dan lainnya. Meskipun sulit untuk dideteksi, namun dengan mengetahui ciri-cirinya,  dapat menjadi petunjuk terhadap perempuan apakah dirinya mengidap gejala kanker serviks atau tidak.

Ciri seorang wanita yang mengidap kanker serviks diantaranya, saat berhubungan intim selaku merasakan sakit, bahkan sering diikuti oleh adanya perdarahan, mengalami keputihan yang tidak normal disertai dengan perdarahan dan jumlahnya berlebih, sering merasakan sakit pada daerah pinggul, mengalami sakit, saat buang air kecil, pada saat menstruasi darah yang keluar dalam jumlah banyak dan berlebih. “Saat perempuan mengalami stadium lanjut akan mengalami rasa sakit pada bagian paha atau salah satu paha mengalami bengkak, nafsu makan menjadi sangat berkurang, berat badan tidak stabil, susah untuk buang air kecil, mengalami perdarahan spontan,” jelasnya.

Menurut wanita yang biasa disapa Ratu Givana dan sejak usia 20 tahun sudah menekuni pengobatan kanker dan tumor, untuk mengatasi kanker serviks dapat dilakukan dengan menggunakan ekstrak herbal yang berstandar internasional. Ekstrak herbal ini bekerja langsung pada titik kanker serviks. Dengan formula herbalnya ini, Ratu yakin dapat mematikan sel kankernya. Sehingga sel kanker tersebut tidak bisa berkembang dan menjalar ke bagian tubuh lainnya.

Ratu yang sudah 15 tahun menekuni bidang pengobatan kanker dan tumor dan awalnya membuka praktik di Penang, Malaysia, belum lama ini meriset formula terbarunya dengan tanaman asal Brazil yaitu, tuksol. Ini adalah tanaman merambat  yang dapat ditemui di pinggiran sungai Brazil. Tanaman ini dapat menghancurkan sel-sel kanker. “Dengan perkawinan dari beberapa tanaman asal Eropa, sehingga formulasinya dapat mematikan sek kankernya.

Ia menambahkan, untuk ekstrak herbal ini sudah diproses dengan teknologi canggih baik berbentuk kaplet, cair, dan bentuk softgel. “Ekstrak herbal ini dikumpulkan dari beberapa negara yang ditujukkan memang untuk mengatasi kanker. Efek sampingnnya jelas tidak ada,” jelasnya. Untuk melengkapi pengobatan kanker serviks, Ratu tetap meminta agar pasien melakukan cek dan rekam medis. “Harus ada rekam medis agar akurat. Begitupun nanti bila berobat kami akan menyuruh kembali untuk melakukan rekam medis, agar pasien mengetahui perkembangan pengobatannya,” terangnya.

Proses penyembuhan penyakit kanker memang terbilang sulit. Sel kanker mampu tumbuh kembali dan menyebar. Untuk itu, pengobatan yang dilakukan Ratu menggunakan prosentase. Misalkan, untuk satu titik dengan kasus tertentu memberikan 60 % tahapan pengobatan baik stadium 1,2,3 dan lainnya. “Dalam arti kata 40 % untuk kesembuhan di awal dan 20 % untuk kesembuhan bertahap. Jadi, ini sebagai titik bentengnya dari sel yang akan masuk,” jelasnya. Pantangan saat menjalani proses pengobatan kanker, dilihat dari kasusnya itu sendiri. Seperti kanker rahim dilarang untuk berhubungan intim pada waktu tertentu. Karena kanker serviks itu tumbuh dari Human papilloma Virus (HPV), dan bisa berkembang apabila melakukan hubungan intim lebih dari 6 orang yang berbeda.

Mari Waspadai Kanker Sejak Dini

Kanker merupakan sebuah penyakit yang mematikan, penyakit ini menyerang berbagai macam kalangan mulai dari balita, remaja, dewasa hingga manula.

Menurut, Ratu Givana saat hadir di Studio Radio Dakta, Bekasi, Jumat, (03/03). Menjelaskan bahwa penderita kanker di Indonesia menempati grafik peringkat kedua di Dunia dan pertama di Asia.

“Dari tiga tahun terakhir Indonesia telah mengcover begitu besar biaya pengobatan kanker untuk rawat jalan atau rawat inap. Tahun 2014 sekitar 17 triliun, tahun 2015 diangka 22 triliun, dan pada tahun 2016 sebanyak 24 triliun,” kata Ratu Givana.

“Kanker bisa terjadi karena dari pola makan kita sendiri. Makanan yang sehat adalah hindari penyedap rasa, dari jenis apapun. Karena penyedap rasa untuk tubuh kita cukup gula dan garam,” ujarnya.

Pada umumnya kanker yang menyerang anak-anak adalah kanker otak, kelenjar getah bening, hati, usus dan tulang. Untuk kanker tulang sendiri terjadi diakibatkan oleh cedera traumatic, seperti terbentur, mengenai benda keras atau pun jatuh dari ketinggian.

“Presentase faktor penderita kanker disebabkan oleh 30% gaya hidup, 60% pola makan dan 10% genetik,” katanya.

Penderita kanker tidak bisa dideteksi sejak dini, seseorang tidak menyadari jika sel kanker sudah aktif didalam tubuh namun baru bisa diketahui pada saat stadium lanjut.

Program Kesehatan Terbaik 2018 Saksikan di JAK TV

Hallo sahabat sehat, Jangan Lewatkan Bincang-bincang kesehatan pengobatan Kanker dan Tumor bersama pengobatan Tramedica.
Setiap hari senin, selasa & rabu pukul 05.00 WIB.

Dapatkan tips-tips kesehatan bersama pakar pengobatan kanker dan tumor dan dapatkan juga Benefit selama Talkshow berlangsung.

Rujukan Terpercaya, Trobosan Baru Pengobatan Kanker & Tumor Tanpa Operasi, Tanpa Kemoterapi. Pengobatan Tramedica.
www.kliniktramedica.net
Call Center: 0812 8710 2727

Benarkah Telepon Genggam Bisa Picu Kanker?

Telepon genggam menjadi salah satu alat elektronik yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Sebab, benda tersebut memiliki banyak kegunaan untuk berkomunikasi. Namun jika alat komunikasi ini memang berguna, bagaimana benda ini bisa menjadi pemicu kanker?

Dilansir Newsweek, sejumlah pakar kesehatan mengatakan bahwa kebiasaan membawa telepon genggam ke mana-mana adalah tindakan yang buruk. Itu karena kebiasaan tersebut dapat memberikan pengaruh negatif pada kesehatan kejiwaaan atau mental, termasuk kesehatan fisik.

Terkait hal itu, penelitian yang dilakukan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2011 menyatakan bahwa telepon genggam bisa memberikan paparan radiasi yang bersifat karsinogenik.

Dampak dari paparan tersebut adalah berbagai macam jenis kanker, salah satunya kanker otak. Atas dasar ini, WHO merekomendasikan agar Anda mengawasi serta menghindari penggunaan telepon genggam terlalu lama.

Pro kontra telepon genggam picu kanker

Temuan tentang telepon genggam dapat sebabkan kanker tak serta-merta disetujui oleh kalangan lain. Beberapa peneliti lain bahkan mengatakan bahwa telepon genggam memiliki radiasi yang lebih lemah dibandingkan sinar matahari, sehingga tak akan sanggup memicu kanker pada tubuh.

Berdasarkan ilmu fisika dan biologi, ponsel seharusnya tidak menyebabkan kanker. Gelombang radio yang mereka pancarkan adalah “nonionizing,” yang berarti mereka tidak merusak DNA manusia seperti sinar ultraviolet atau sinar X.

Terlepas dari pro dan kontra yang ada, para ahli belum dapat memastikan bahwa telepon genggam bisa sebabkan kanker. Kendati demikian, penelitian lanjutan terus dilakukan untuk menemukan fakta sebenarnya. Akankah telepon genggam benar-benar terbukti dapat menyebabkan kanker, atau justru sebaliknya?

Bolehkah Penderita Kanker Berolahraga?

Bertarung melawan kanker bukanlah sesuatu yang diinginkan setiap orang, tetapi mau tidak mau harus dihadapi oleh penderitanya. Berbagai modalitas pasti akan terlibat didalamnya, termasuk pola dan jenis makanan, serta aktivitas fisik. Banyaknya pendapat, yang terkadang bertolak belakang, semakin membuat para penderita kanker bingung.

Olahraga Bagi Penderita Kanker

Olahraga bagi penderita kanker, adalah aktivitas yang menuai kontroversi di masyarakat. Sebab banyak yang memahami bahwa istirahat sangat dibutuhkan oleh penderita kanker, selama masa pengobatan dan pemulihan. Namun aktivitas yang dibatasi dapat menurunkan kemampuan fisik dan kekuatan otot, sehingga penderita kanker bisa kesulitan beraktivitas.

Hal tersebut terbukti lewat penelitian Ness dkk. tahun 2006, dimana kemampuan melakukan aktivitas harian lebih dari 50 persen penderita kanker menurun, saat menjalani prosedur pembatasan aktivitas fisik. Jadi tidaklah tepat untuk membatasi aktivitas fisik pada penderita kanker.

Thierry Bouillet, MD, pakar kanker di Avicenne Hospital Paris, menyarankan wanita penderita kanker payudara untuk melakukan aktivitas fisik bersamaan dengan pengobatannya. Pendapatnya didasari pada hasil penelitian yang dipublikasikan di Prancis, bahwa aktivitas fisik berhubungan erat dengan turunnya angka kematian akibat kanker maupun penyakit lainnya.

Namun, ada pula pakar yang masih meragukan tentang perlunya aktivitas fisik pada penderita kanker. Salah satunya adalah Pam Goodwin, pakar kanker University of Toronto’s Mount Sinai Hospital di Toronto, yang menyatakan bahwa masih perlunya bukti tambahan untuk pastikan bahwa aktivitas fisik punya efektivitas baik untuk pasien kanker.

Pam Goodwin juga menambahkan, “saya tidak menentang kalau pasien kanker ingin lebih aktif secara fisik. Masalahnya bukan pada pembatasan aktivitas fisik, tapi belum cukupnya data untuk dengan tegas mengatakan bahwa aktivitas fisik memperbaiki outcome penderita kanker.”

Sebuah fakta menarik soal kanker dan aktivitas fisik pernah dilansir oleh Medscape Education di tahun 2012 lalu, yaitu meningkatnya jumlah survivor kanker di Amerika Serikat dan mayoritas ingin berolahraga untuk tingkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup.

Setelah menganalisa 45 penelitian tentang hubungan aktivitas fisik dan kematian atau biomarker survivor kanker, Dr. Ballard-Barbash dkk menyimpulkan bahwa olahraga pada penderita kanker yang telah selesai menjalani pengobatan dapat memperbaiki fungsi fisik, kualitas dan gairah hidup mereka.

Manfaat Olahraga Bagi Pasien Kanker

Saat ini jelaslah bahwa perdebatan bukan lagi pada boleh tidaknya penderita kanker berolahraga, tetapi pada cukup tidaknya bukti untuk mengatakan bahwa olahraga bagus untuk penderita kanker. Secara umum diakui bahwa olahraga meningkatkan gairah hidup penderita kanker, mencegah hilangnya massa otot akibat pengobatan, dan mengurangi efek samping.

Olahraga juga sangat baik untuk memperbaiki mood, mengurangi insomnia, dan meningkatkan imunitas. Di masa penyembuhan, olahraga dapat mengurangi risiko metastasis dan relaps sehingga meningkatkan angka survival.

Beberapa jenis olahraga yang direkomendasikan untuk penderita kanker, dan yang paling mudah dilakukan, adalah jalan cepat atau jogging ringan, serta bersepeda. Olahraga jenis ini sangat bagus untuk merangsang kekuatan kontraksi jantung, dan memberi suplai udara segar pada penderita kanker yang membutuhkan oksigen untuk metabolisme aerob.

Beberapa jenis makanan diyakini bisa menopang daya tahan penderita kanker yang berolahraga. Hiroaki Nanba Ph.D, Professor of Pharmaceutical University Kobe di Jepang, berhasil membuktikan bahwa Jamur Maitake punya kemampuan menstimuli sistem kekebalan tubuh.

Penemuan Profesor Nanba tersebut membuat Jamur Maitake sangat tepat dikonsumsi penderita kanker yang ingin tetap aktif secara fisik. Kesimpulannya adalah, aktivitas fisik bukanlah hal tabu bagi penderita kanker asalkan dilakukan secara terukur dan ditopang oleh diet yang seimbang.

Terobosan baru pengobatan Kanker dan Tumor. Tanpa Operasi dan Kemoterapi. Pengobatan Tramedica Ratu Givana.

Rujukan Terpercaya Pengobatan Tumor dan Kanker Tanpa Operasi, Tanpa Kemoterapi. Pengobatan Tramedica Ratu Givana kini telah hadir di 19 Cabang di seluruh Indonesia

Konsultasikan Langsung di Alamat Kami : https://kliniktramedica.net/alamat

Call Center : >> 0812 9710 2727 >> 0815 927 2727 >> PIN BB : DC172B7

Tumor Otak Sembuh Setelah Berobat di Tramedica

Dikenal sebagai pakar herbal khusus kanker dan tumor, Ibu Ratu Givana terus menunjukan komitmen dan eksistensinya dalam dunia kesehatan dan pengobatan herbal. Sudah terlihat di bulan Ramadhan ini pun ibu Ratu Givana bersama Seleb perduli kanker tetap  memperlihatkan kepedulianya terhadap pasiennya yang kurang mampu.

(22/5) Salah satu pasien Tramedica Cimanggis yaitu Ibu Asmanih, saat ini beliau berusia 46 tahun. Beliau menderita tumor otak sejak 3 tahun silam, sebelum berebobat ke tramedica beliau sering mengeluh nyeri di kepala, pusing, pandangan terasa gelap, sering deman tiba-tiba, karena massa tumor yang makin lama semakin membesar mengakibatkan bola mata sebelah kanannya hampir keluar dan beliau sempat ingin menjalani di operasi di salah Rumah Sakit Besar di Jakarta  mengetahui hal tersebut beliau enggan melakukannya karna rasa takut beliau untuk menjalani operasi terlalu besar, dengan mendapatkan informasi dari televisi mengenai pengobatan Tramedica Ratu Givana beliau langsung datang ke Tramedica Cimanggis untuk konsultasi mengenai keluhan yang dideritanya dengan membawa hasil rekam medis. Setelah mendapat penjelasan dari tramedica, beliau mengkonsumsi herbal dari tramedica secara rutin dan setelah mengkonsumsi herbal dari tramedica keluhan-keluhan yang dirasakan ibu asmanih berangsur-angsur mulai ada perubahan, matanya sudah mulai bisa melihat sedikit demi sedikit dan sudah kembali keposisi normal, badan sudah terasa segar, tidak merasakan nyeri kepala dan pusing, saat ini beliau masih tetap berobat di tramedica.

Menurut Ibu Ratu givana jika kita memiliki semangat dan kemauan yang keras akan membuahkan hasil yang nyata, tak terlepas dari itu dukungan keluarga dan doa pun menjadi faktor penting dalam kesembuhan para survivor kanker dan tumor.

Ibu Ratu givana ingin mewujudkan indonesia yang bebas dari tumor maupun kanker. Ibu Ratu Givana dan seluruh asistennya siap membantu dalam mengatasi penyakit tumor dan kanker…

 

Penanganan Kanker Tanpa Kemoterapi

Jakarta – Kanker termasuk jenis penyakit yang menjadi pembunuh nomor satu di dunia. Oleh karena itu, pencegahan kanker harus dilakukan sejak dini. Karena, ketika kanker sudah penyebar, perlu penanganan yang sangat ekstra agar penyakit ini tidak menjadi pembunuh.

Di Indonesia, banyak sekali klinik-klinik yang menawarkan penyembuhan dan pengobatan kanker. Namun, tidak banyak yang mendapatkan rekomendasi dari kalangan masyarakat. Klinik Tramedica adalah salah satu klinik pendampingan bagi penderita kanker dan tumor yang banyak direkomendasikan oleh masyarakat.

Selain memberikan edukasi untuk masyarakat untuk peduli terhadap penyebaran kanker, Tramedica juga melayani, memberi solusi penyembuhan dengan ikhtiar secara komprehensip. Beberapa kegiatan yang dilakukan Klinik Tramedia, diantaranya melakukan melakukan pendampingan bagi penderita kanker dan tumor, memberikan tips dan solusi menghadapi kanker dan pencegahannya.

Tramedica mengembangkan penanganan kanker dan tumor tanpa harus melakukan kemoterapi. “Kami peduli terhadap mereka. Kami berempati. Dan jangan biarkan  mereka terpuruk dalam kesendirian dan penderitaan. Pendampingan dan memberikan  spirit buat penderita kanker dan tumor adalah solusi terbaik. Mereka tidak menginginkan hidup dalam derita kanker. Angkat semangatnya, untuk kesembuhannya,” terang Ratu Givana, salah satu pendiri Klinik Tramedica.

Untuk pasien yang datang, Tramedica melakukan upaya conselling, kemudian pendampingan untuk keluar dari masalah yang dihadapi, serta memberikan pengobatan berbasis herbal yang harganya relative terjangkau, dibandingkan harus melakukan pengobatan ke luar negeri atau melakukan kemoterapi.

Penanganan, mulai dari conselling sampai pengobatan, tidak hanya dilakukan, ketika pasien datang ke klinik. Namun, penanganan menyeluruh juga tetap dilakukan, setelah pasien pulang ke rumah. Namun dengan catatan, penanganan pasca kedatangan ke klinik, atas seijin dari pasien atau keluarga bersangkutan.(T-5)