Deteksi Dini Kanker Payudara

Baik di negara maju maupun berkembang, kanker payudara masih menjadi jenis kanker yang paling banyak dialami wanita. Angka kasus penderita kanker payudara kian meningkat setiap tahunnya, dipengaruhi beragam faktor seperti angka ekspektasi kelahiran yang tinggi, meningkatnya urbanisasi dan juga adaptasi gaya hidup Barat yang tidak sehat.

Meski kerap terjadi baik di negara maju dan berkembang, kasus penderita kanker payudara lebih banyak terjadi di negara berkembang, di mana pendapatan ekonomi masyarakatnya termasuk rendah. Kondisi tersebut pula yang memengaruhi faktor memburuknya kanker, karena kecenderungan masyarakat di negara berkembang yang baru memeriksakan kondisinya dan mengetahui bahwa mereka mengidap kanker saat kondisi sudah pada stase akhir.

Merujuk pada kondisi tersebut, pemerintah melalui Departemen Kesehatan harus memberikan petunjuk kepada masyarakat untuk mendeteksi gejala penyakit kanker payudara sejak dini.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan metode screening mamografi sebagai salah satu metode untuk mendiagnosa kanker payudara sejak dini. Metode pemindaian menggunakan sinar X rendah ini terbukti efektif dalam mencegah perkembangan kanker ke stadium lebih lanjut. Metode ini dapat mendeteksi adanya benjolan di payudara dua tahun sebelum seseorang benar-benar merasakannya. Selain itu, pemindaian lebih lanjut juga bisa menentukan apakah benjolan yang dimiliki berpotensi menjadi sel kanker.

Sebelum seseorang memutuskan untuk melakukan pemindaian mamografi atau mammography screening, ia dapat mendeteksi gejala kanker payudara sendiri tanpa harus keluar rumah. Di Indonesia, cara mudah ini kerap dikenal dengan istilah SADARI atau Periksa Payudara Sendiri. Untuk melakukannya, seseorang perlu menunggu tiga sampai lima hari setelah masa menstruasi berakhir. Hal itu dikarenakan perubahan tingkat hormon pada saat menstruasi kerap membuat perubahan sementara pada bentuk payudara, di mana payudara akan lebih kencang dan padat. Tahap untuk melakukan pemeriksaan payudara secara mandiri ini cukup sederhana, Anda hanya perlu berdiri di depan cermin dengan menaruh lengan di sisi tubuh, lalu perhatikan bentuk dan warna payudara dengan seksama. Perhatikan apakah terdapat benjolan atau perubahan bentuk dan ukuran payudara atau perubahan bentuk dan warna pada puting. Tahap terakhir adalah mengecek apakah terdapat cairan yang keluar dari puting, dengan cara menekan lembut puting menggunakan jempol dan jari telunjuk.

Menurunkan Risiko Kanker dengan Makanan Sehat dan Berolahraga

Penyakit kanker merupakan momok menakutkan yang menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di seluruh dunia. Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia WHO, pada tahun 2015 ada sebanyak 8,8 juta manusia yang meninggal akibat kanker. Angka tersebut menandakan bahwa kanker menjadi satu dari enam penyakit paling mematikan yang memengaruhi angka mortalitas dunia. Meski begitu, 30 hingga 50% dari kasus penyakit kanker ternyata masih dapat dicegah. Pencegahan kanker bisa dilakukan dengan mengaplikasikan strategi jitu agar masyarakat sadar akan bahayanya penyakit ini, salah satunya dengan memberikan informasi dan dukungan untuk menerapkan gaya hidup sehat.

Gaya hidup sehat bisa diimplementasikan dengan beragam cara, salah satunya adalah dengan membiasakan diri mengonsumsi makanan dan minuman sehat atau dengan beraktivitas fisik atau olahraga.

Menjaga asupan makanan yang masuk ke tubuh bisa jadi salah satu kunci efektif untuk mencegah diri terserang kanker. Menurut penelitian, terdapat hubungan signifikan antara kelebihan berat badan atau obesitas dengan beragam jenis kanker yang kerap menyerang manusia, seperti esofagus, kolektrum, kanker payudara, endometrium dan juga kanker ginjal. Untuk mencegah hal ini, rutinlah mengonsumsi makanan sehat seperti buah-buahan dan sayuran. Diet yang sehat dan teratur diimbangi dengan olahraga rutin bisa jadi cara efektif dalam memerangi kanker.

Selain menjaga makanan dan berat badan, mencegah datangnya kanker juga dapat dilakukan dengan menjauhi segala faktor yang membawa zat-zat pemicu tumbuhnya sel kanker, yakni merokok. Rokok  mengandung banyak zat berbahaya yang dapat merusak tubuh. Rokok diketahui mengandung ribuan zat kimia berbahaya di mana 50 di antaranya dapat menimbulkan beragam jenis kanker, seperti kanker paru, esofagus, laring, mulut, tenggorokan, ginjal, pankreas, saluran kencing hingga kanker serviks. Tidak hanya kanker, kebiasaan buruk merokok juga meningkatkan risiko penyakit kronis lain sehingga membunuh setidaknya enam juta orang tiap tahun. Risiko tersebut tidak hanya mengintai para perokok aktif tapi juga perokok pasif yang menghirup asap rokok dari lingkungan sekitar.

Program Kesehatan Terbaik 2018 Saksikan di JAK TV

Hallo sahabat sehat, Jangan Lewatkan Bincang-bincang kesehatan pengobatan Kanker dan Tumor bersama pengobatan Tramedica.
Setiap hari senin, selasa & rabu pukul 05.00 WIB.

Dapatkan tips-tips kesehatan bersama pakar pengobatan kanker dan tumor dan dapatkan juga Benefit selama Talkshow berlangsung.

Rujukan Terpercaya, Trobosan Baru Pengobatan Kanker & Tumor Tanpa Operasi, Tanpa Kemoterapi. Pengobatan Tramedica.
www.kliniktramedica.net
Call Center: 0812 8710 2727

Benarkah Telepon Genggam Bisa Picu Kanker?

Telepon genggam menjadi salah satu alat elektronik yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Sebab, benda tersebut memiliki banyak kegunaan untuk berkomunikasi. Namun jika alat komunikasi ini memang berguna, bagaimana benda ini bisa menjadi pemicu kanker?

Dilansir Newsweek, sejumlah pakar kesehatan mengatakan bahwa kebiasaan membawa telepon genggam ke mana-mana adalah tindakan yang buruk. Itu karena kebiasaan tersebut dapat memberikan pengaruh negatif pada kesehatan kejiwaaan atau mental, termasuk kesehatan fisik.

Terkait hal itu, penelitian yang dilakukan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2011 menyatakan bahwa telepon genggam bisa memberikan paparan radiasi yang bersifat karsinogenik.

Dampak dari paparan tersebut adalah berbagai macam jenis kanker, salah satunya kanker otak. Atas dasar ini, WHO merekomendasikan agar Anda mengawasi serta menghindari penggunaan telepon genggam terlalu lama.

Pro kontra telepon genggam picu kanker

Temuan tentang telepon genggam dapat sebabkan kanker tak serta-merta disetujui oleh kalangan lain. Beberapa peneliti lain bahkan mengatakan bahwa telepon genggam memiliki radiasi yang lebih lemah dibandingkan sinar matahari, sehingga tak akan sanggup memicu kanker pada tubuh.

Berdasarkan ilmu fisika dan biologi, ponsel seharusnya tidak menyebabkan kanker. Gelombang radio yang mereka pancarkan adalah “nonionizing,” yang berarti mereka tidak merusak DNA manusia seperti sinar ultraviolet atau sinar X.

Terlepas dari pro dan kontra yang ada, para ahli belum dapat memastikan bahwa telepon genggam bisa sebabkan kanker. Kendati demikian, penelitian lanjutan terus dilakukan untuk menemukan fakta sebenarnya. Akankah telepon genggam benar-benar terbukti dapat menyebabkan kanker, atau justru sebaliknya?

Bolehkah Penderita Kanker Berolahraga?

Bertarung melawan kanker bukanlah sesuatu yang diinginkan setiap orang, tetapi mau tidak mau harus dihadapi oleh penderitanya. Berbagai modalitas pasti akan terlibat didalamnya, termasuk pola dan jenis makanan, serta aktivitas fisik. Banyaknya pendapat, yang terkadang bertolak belakang, semakin membuat para penderita kanker bingung.

Olahraga Bagi Penderita Kanker

Olahraga bagi penderita kanker, adalah aktivitas yang menuai kontroversi di masyarakat. Sebab banyak yang memahami bahwa istirahat sangat dibutuhkan oleh penderita kanker, selama masa pengobatan dan pemulihan. Namun aktivitas yang dibatasi dapat menurunkan kemampuan fisik dan kekuatan otot, sehingga penderita kanker bisa kesulitan beraktivitas.

Hal tersebut terbukti lewat penelitian Ness dkk. tahun 2006, dimana kemampuan melakukan aktivitas harian lebih dari 50 persen penderita kanker menurun, saat menjalani prosedur pembatasan aktivitas fisik. Jadi tidaklah tepat untuk membatasi aktivitas fisik pada penderita kanker.

Thierry Bouillet, MD, pakar kanker di Avicenne Hospital Paris, menyarankan wanita penderita kanker payudara untuk melakukan aktivitas fisik bersamaan dengan pengobatannya. Pendapatnya didasari pada hasil penelitian yang dipublikasikan di Prancis, bahwa aktivitas fisik berhubungan erat dengan turunnya angka kematian akibat kanker maupun penyakit lainnya.

Namun, ada pula pakar yang masih meragukan tentang perlunya aktivitas fisik pada penderita kanker. Salah satunya adalah Pam Goodwin, pakar kanker University of Toronto’s Mount Sinai Hospital di Toronto, yang menyatakan bahwa masih perlunya bukti tambahan untuk pastikan bahwa aktivitas fisik punya efektivitas baik untuk pasien kanker.

Pam Goodwin juga menambahkan, “saya tidak menentang kalau pasien kanker ingin lebih aktif secara fisik. Masalahnya bukan pada pembatasan aktivitas fisik, tapi belum cukupnya data untuk dengan tegas mengatakan bahwa aktivitas fisik memperbaiki outcome penderita kanker.”

Sebuah fakta menarik soal kanker dan aktivitas fisik pernah dilansir oleh Medscape Education di tahun 2012 lalu, yaitu meningkatnya jumlah survivor kanker di Amerika Serikat dan mayoritas ingin berolahraga untuk tingkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup.

Setelah menganalisa 45 penelitian tentang hubungan aktivitas fisik dan kematian atau biomarker survivor kanker, Dr. Ballard-Barbash dkk menyimpulkan bahwa olahraga pada penderita kanker yang telah selesai menjalani pengobatan dapat memperbaiki fungsi fisik, kualitas dan gairah hidup mereka.

Manfaat Olahraga Bagi Pasien Kanker

Saat ini jelaslah bahwa perdebatan bukan lagi pada boleh tidaknya penderita kanker berolahraga, tetapi pada cukup tidaknya bukti untuk mengatakan bahwa olahraga bagus untuk penderita kanker. Secara umum diakui bahwa olahraga meningkatkan gairah hidup penderita kanker, mencegah hilangnya massa otot akibat pengobatan, dan mengurangi efek samping.

Olahraga juga sangat baik untuk memperbaiki mood, mengurangi insomnia, dan meningkatkan imunitas. Di masa penyembuhan, olahraga dapat mengurangi risiko metastasis dan relaps sehingga meningkatkan angka survival.

Beberapa jenis olahraga yang direkomendasikan untuk penderita kanker, dan yang paling mudah dilakukan, adalah jalan cepat atau jogging ringan, serta bersepeda. Olahraga jenis ini sangat bagus untuk merangsang kekuatan kontraksi jantung, dan memberi suplai udara segar pada penderita kanker yang membutuhkan oksigen untuk metabolisme aerob.

Beberapa jenis makanan diyakini bisa menopang daya tahan penderita kanker yang berolahraga. Hiroaki Nanba Ph.D, Professor of Pharmaceutical University Kobe di Jepang, berhasil membuktikan bahwa Jamur Maitake punya kemampuan menstimuli sistem kekebalan tubuh.

Penemuan Profesor Nanba tersebut membuat Jamur Maitake sangat tepat dikonsumsi penderita kanker yang ingin tetap aktif secara fisik. Kesimpulannya adalah, aktivitas fisik bukanlah hal tabu bagi penderita kanker asalkan dilakukan secara terukur dan ditopang oleh diet yang seimbang.

Terobosan baru pengobatan Kanker dan Tumor. Tanpa Operasi dan Kemoterapi. Pengobatan Tramedica Ratu Givana.

Rujukan Terpercaya Pengobatan Tumor dan Kanker Tanpa Operasi, Tanpa Kemoterapi. Pengobatan Tramedica Ratu Givana kini telah hadir di 19 Cabang di seluruh Indonesia

Konsultasikan Langsung di Alamat Kami : https://kliniktramedica.net/alamat

Call Center : >> 0812 9710 2727 >> 0815 927 2727 >> PIN BB : DC172B7

Tetap Terhindar Dari Kanker Selama Liburan

Ketika ‘hawa’ liburan sudah tercium di sekitar ruangan kantor, biasanya kia cenderung mulai mencari dan membaca artikel-artikel seputar liburan dan tempat wisata di internet. Ketika pulang ke rumah, segala persiapan liburan pun segera kita lakukan seperti memilih pakaian yang akan dibawa.
Namun jangan terlena, karena risiko kanker selalu ada di luar sana. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk meminimalkan risiko kanker selama berlibur, salah satunya adalah dengan mengontrol konsumsi makanan dan minuman yang berpotensi meningkatkan risiko kanker selama liburan.

Berlibur sambil mencicipi kuliner khas suatu daerah, boleh-boleh saja. Namun ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya Anda kontrol jumlah konsumsinya, seperti:

1. Alkohol. Ditemukan bukti meyakinkan bahwa konsumsi minuman beralkohol dapat meningkatkan risiko beberapa kanker seperti kanker mulut, kanker kerongkongan, kanker esofagus, kanker usus besar, kanker payudara, serta kanker hati.

2. Daging merah dan olahan. Konsumsi daging merah serta daging olahan dapat menyebabkan risiko kanker usus besar meningkat. Jadi batasi konsumsi Empal Gentong, Rawon atau Coto Makasar favorit Anda.

3.Kalsium. Jika sedang menjalani diet tinggi kalsium, maka kemungkinan risiko Anda terkena kanker prostat juga meningkat. Namun, diet tinggi kalsium dapat menurunkan risiko kanker usus besar.

Jika Anda memutuskan untuk meluangkan banyak waktu di luar ruangan, seperti ke pantai atau pegunungan, sebaiknya lindungi tubuh Anda dari paparan sinar matahari. Jika terkena sinar matahari dalam waktu lama, maka dapat memicu berkembangnya karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa pada kulit Anda.

Langkah terakhir, yang mungkin akan dilakukan pertama kali untuk hindari risiko kanker adalah, menghindari lokasi liburan yang punya kandungan radioaktif alami cukup besar. Memang ada? Ada! Inilah 2 contoh tempat yang mengandung radioaktif alami tinggi:

-Guarapari, Brasil.
Pantai-pantai di Guarapari dengan pasir putihnya memang mengundang siapa saja untuk datang berlibur ke sana. Namun ternyata pantai tersebut punya kandungan radioaktif tinggi yang bersumber dari pasirnya. Berapa kandungan radioaktifnya? 175 mSv (millisievert)! Sedangkan batas aman radiasi bagi pekerja nuklir hanya 20 mSv… per tahun.

-Ramsar, Iran.
Kota yang berada di pesisir selatan Laut Kaspia ini punya kandungan radioaktif dua kali lipat dari Guaparani… yaitu 250 mSv. Kandungan radioaktif alami tertinggi berada di distrik Talesh Mahalleh, hingga 80 kali dari rata-rata kandungan radioaktif dunia. Lebih baik Anda pilih destinasi wisata lainnya.

Cara Mendeteksi Kanker Stadium Awal

Sudah bukan rahasia lagi bahwa setiap mnusia memang takut dengan namanya penyakit kanker, secara umum kanker bisa terjadi pada tubuh manusia kapan saja, karena pada dasarnya setiap manusia yang terlahir di dunia sudah memiliki sel kanker di dalamnya, dan jika manusia tersebut tidak memiliki hidup yang sehat bisa jadi sel kanker yang sudah ada di dalam tubuh tersebut menyebar dan menyerang salah satu anggota tubuh manusia, yang pada akhirnya tumbuh menjadi tumor ganas yang semakin hari semakin parah. Berbicara tentang penyakit kanker pada umumnya banyak orang yang tidak mengira bahwa mereka mengidap penaykit kanker karena dari beberapa jenis penyakit kanker di antaranya memiliki gejala yang tidak serius pada stadium awalnya seperti kanker kulit dan kanker nasofaring atau kanker tenggorokan. Untuk itu pada kesempatan kali ini akan di jelaskan mengenai cara mendeteksi kanker stadium awal.

Jika ada sesuatu yang aneh pada tubuh anda, ada kiranya anda memeriksakan diri pada RS untuk mengetahui apakah ada masalah yang serius pada tubuh anda, dan jika memang gejala tersebut memicu terjadinya penyakit kanker, pastinya para medis akan melakukan banyak cara untuk mendeteksi kanker pada tubuh Anda. Dan berikut ini adalah cara mendeteksi kanker stadium awal.

Mendeteksi Kanker dengan Scrining

Bisa dikatakan jika scrining menjadi salah satu cara mendeteksi kanker stadium awal paling utama, scrining ini bisa membantu untuk meningkatkan tingkat kelangsungan hidup dalam pengobatan kanker. Ada banyak macam dalam metode scrining ini tergantung dengan jenis kanker, entah itu kanker rahim, kanker vagina, kanker otak atau jenis kanker lainnya.  Dan macam-macam scrining ini terbgai menjadi 2 yaitu secrining invansif dan juga scrining non-invansif. Dalam tahap pertama para medis sebisa mungkin akan melakukan scrining non-invansif dan non radiasi seperti USG. Namun, jika scrining invansif ini tidak memiliki hasil yang maksimal dalam mendeteksi kanker akan di lakukan scrining invansif dan juga radiasi. semua ma

Tes darah

Tes darah menjadi slah satu cara untuk mendeteksi kanker stadium awal, meskipun pada cara ini mengakibatkan luka kecil, namun tidak memiliki efek samping yang serius. Tes darah ini berguna untuk menelusuri fungsi normal dari tiap-tiap organ dan sebagai tumor-marker, merupakan metode penunjang dalam mendeteksi kanker stadium awal, selain itu, juga bisa untuk memantau kekambuhan pada kanker. Cara mendeteksi kanker ini sering digunakan pada jenis kanker prostat, kanker paru-paru, kanker rahim, kanker usus besar dan banyak lagi lainnya.

X-ray

X-ray pada dasarnya masuk dalam cara mendeteksi kanker non-invansif. Foto X-ray ini cukup memiliki hasil yang akurat namun sinar radiasi yang tinggi mampu menyakiti tubuh pasiaen. Cara mendeteksi kanker yang satu ini sering di lakukan pada jenis kanker yang mnyerang dada seperti kanker paru-paru, dan juga kanker payudara. Perlu anda ingat cara X-ray ini ini tidak cocok dilakukan pada anak-anak, ibu hamil muda karena efek samping yang di timbulkan cukup memiliki rasa sakit pada tubuh yang terkena radiasi.

Pap Smear

Pap smear merupakan cara mendeteksi kanker yang tidak memiliki rasa sakit, tidak ada efek samping, dan yang terpenting keakuratannya lebih terjamin. Bisa di katakan jika pap smear ini erupakan metode utama dalam skrining kanker serviks.

Endoskopi

Selain pap smear, endoskopi juga mencajdi cara untuk mendeteksi kanker yang memiliki hasil sangat akurat, dengan metode kinerja yang langsung memahami bentuk tumor, penyebaran, tingkat keganasan, dll. Endoskopi yang sering digunakan terdapat esophagoscopy, gastroskopi dan kolonoskopi.

Penanganan Kanker Tanpa Kemoterapi

Jakarta – Kanker termasuk jenis penyakit yang menjadi pembunuh nomor satu di dunia. Oleh karena itu, pencegahan kanker harus dilakukan sejak dini. Karena, ketika kanker sudah penyebar, perlu penanganan yang sangat ekstra agar penyakit ini tidak menjadi pembunuh.

Di Indonesia, banyak sekali klinik-klinik yang menawarkan penyembuhan dan pengobatan kanker. Namun, tidak banyak yang mendapatkan rekomendasi dari kalangan masyarakat. Klinik Tramedica adalah salah satu klinik pendampingan bagi penderita kanker dan tumor yang banyak direkomendasikan oleh masyarakat.

Selain memberikan edukasi untuk masyarakat untuk peduli terhadap penyebaran kanker, Tramedica juga melayani, memberi solusi penyembuhan dengan ikhtiar secara komprehensip. Beberapa kegiatan yang dilakukan Klinik Tramedia, diantaranya melakukan melakukan pendampingan bagi penderita kanker dan tumor, memberikan tips dan solusi menghadapi kanker dan pencegahannya.

Tramedica mengembangkan penanganan kanker dan tumor tanpa harus melakukan kemoterapi. “Kami peduli terhadap mereka. Kami berempati. Dan jangan biarkan  mereka terpuruk dalam kesendirian dan penderitaan. Pendampingan dan memberikan  spirit buat penderita kanker dan tumor adalah solusi terbaik. Mereka tidak menginginkan hidup dalam derita kanker. Angkat semangatnya, untuk kesembuhannya,” terang Ratu Givana, salah satu pendiri Klinik Tramedica.

Untuk pasien yang datang, Tramedica melakukan upaya conselling, kemudian pendampingan untuk keluar dari masalah yang dihadapi, serta memberikan pengobatan berbasis herbal yang harganya relative terjangkau, dibandingkan harus melakukan pengobatan ke luar negeri atau melakukan kemoterapi.

Penanganan, mulai dari conselling sampai pengobatan, tidak hanya dilakukan, ketika pasien datang ke klinik. Namun, penanganan menyeluruh juga tetap dilakukan, setelah pasien pulang ke rumah. Namun dengan catatan, penanganan pasca kedatangan ke klinik, atas seijin dari pasien atau keluarga bersangkutan.(T-5)

Awas: 4 Jenis Kanker Ini Biasa Menyerang Anak

Waspadalah terhadap serangan kanker pada anak. Sebab kanker dapat menyerang siapa saja dari berbagai usia, termasuk anak-anak. Menurut data yang dimiliki oleh KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), setiap tahun ada 4100 kasus baru kanker pada anak Indonesia.

Semua jenis kanker memang dapat menyerang anak-anak, namun ada beberapa jenis kanker yang biasanya diidap oleh anak-anak. Berikut empat jenis kanker yang paling sering menyerang anak-anak dan harus kita waspadai.

  1. Leukemia

    Gejala: Kelelahan, demam, keringat berlebihan pada malam hari, nyeri tulang dan sendi, berat badan menurun, hati dan limfa membengkak, mudah mengalami perdarahan atau memar, muncul bintik-bintik merah pada kulit.Dikenal pula dengan kanker darah, merupakan jenis kanker yang menyerang sel-sel darah putih. Kanker ini akan menyebabkan sumsum tulang memproduksi sel darah putih tidak normal yang tidak berfungsi dengan baik dalam jumlah yang berlebihan.Jumlah sel darah putih yang berlebihan ini akan menumpuk dan menyebar ke organ-organ tubuh seperti paru-paru, ginjal, hati, limfa, tulang belakang, bahkan otak. Beberapa faktor yang membuat risiko seorang anak terkena leukemia meningkat adalah faktor keturunan, paparan radiasi tinggi, asap rokok, dan menjalani pengobatan kanker.

  2. Kanker otak

    Gejala: Kejang-kejang, sakit kepala parah, muntah-muntah, perubahan perilaku, gangguan kemampuan melihat atau mendengar.

    Kanker otak adalah tumor ganas otak yang ada di otak atau tulang belakang dan menyebar dengan cepat ke bagian tubuh lain. Kebanyakan kanker otak berasal dari kanker pada organ tubuh lain yang menyebar hingga ke otak. Ada beberapa jenis kanker yang dapat menyebabkan kanker otak yaitu kanker usus, kanker payudara, kanker ginjal, melanoma, dan kanker paru.Faktor keturunan, radioterapi, paparan zat kimia, paparan asap rokok serta racun dari lingkungan sekitar menjadi beberapa faktor yang meningkatkan risiko seorang anak terkena kanker otak.

  3. Neuroblastoma

    Gejala: Demam, nafsu makan hilang, berat badan menurun.Neuroblastoma adalah kanker yang berkembang dari sel-sel saraf belum matang (neuroblast) pada anak-anak. Normalnya, tidak ada lagi neuroblast yang tersisa dalam tubuh anak setelah dilahirkan. Pada anak penderita neuroblastoma, sisa neuroblast akan terus berkembang dan membentuk tumor.Umumnya, neuroblastoma diderita oleh anak-anak yang berusia dibawah lima tahun. Neuroblastoma dapat menyerang bagian tubuh manapun. Dalam jangka panjang, neuroblastoma dapat menyebabkan komplikasi seperti gangguan pendengaran dan pertumbuhan, penyakit jantung dan ginjal, kemandulan, serta kanker jenis lainnya.

  4. Tumor Wilms

    Gejala: Perut membengkak, nyeri pada perut, munculnya benjolan pada perut ketika diraba.Tumor Wilms adalah salah satu jenis kanker ginjal yang umumnya menimpa anak-anak laki-laki berusia 3 sampai 4 tahun. Penyakit yang dikenal pula dengan nama nefroblastoma biasanya hanya muncul pada salah satu ginjal.Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seorang anak terkena tumor Wilms adalah keturunan dari ras Afro-Amerika, memiliki anggota keluarga pengidap tumor Wilms, serta mengidap sindrom anirida (tidak punya iris mata) atau hemihipertrofi (satu sisi badan lebih besar).