Tetap Terhindar Dari Kanker Selama Liburan

Ketika ‚Äėhawa‚Äô liburan sudah tercium di sekitar ruangan kantor, biasanya kia cenderung mulai mencari dan membaca artikel-artikel seputar liburan dan tempat wisata di internet. Ketika pulang ke rumah, segala persiapan liburan pun segera kita lakukan seperti memilih pakaian yang akan dibawa.
Namun jangan terlena, karena risiko kanker selalu ada di luar sana. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk meminimalkan risiko kanker selama berlibur, salah satunya adalah dengan mengontrol konsumsi makanan dan minuman yang berpotensi meningkatkan risiko kanker selama liburan.

Berlibur sambil mencicipi kuliner khas suatu daerah, boleh-boleh saja. Namun ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya Anda kontrol jumlah konsumsinya, seperti:

1. Alkohol. Ditemukan bukti meyakinkan bahwa konsumsi minuman beralkohol dapat meningkatkan risiko beberapa kanker seperti kanker mulut, kanker kerongkongan, kanker esofagus, kanker usus besar, kanker payudara, serta kanker hati.

2. Daging merah dan olahan. Konsumsi daging merah serta daging olahan dapat menyebabkan risiko kanker usus besar meningkat. Jadi batasi konsumsi Empal Gentong, Rawon atau Coto Makasar favorit Anda.

3.Kalsium. Jika sedang menjalani diet tinggi kalsium, maka kemungkinan risiko Anda terkena kanker prostat juga meningkat. Namun, diet tinggi kalsium dapat menurunkan risiko kanker usus besar.

Jika Anda memutuskan untuk meluangkan banyak waktu di luar ruangan, seperti ke pantai atau pegunungan, sebaiknya lindungi tubuh Anda dari paparan sinar matahari. Jika terkena sinar matahari dalam waktu lama, maka dapat memicu berkembangnya karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa pada kulit Anda.

Langkah terakhir, yang mungkin akan dilakukan pertama kali untuk hindari risiko kanker adalah, menghindari lokasi liburan yang punya kandungan radioaktif alami cukup besar. Memang ada? Ada! Inilah 2 contoh tempat yang mengandung radioaktif alami tinggi:

-Guarapari, Brasil.
Pantai-pantai di Guarapari dengan pasir putihnya memang mengundang siapa saja untuk datang berlibur ke sana. Namun ternyata pantai tersebut punya kandungan radioaktif tinggi yang bersumber dari pasirnya. Berapa kandungan radioaktifnya? 175 mSv (millisievert)! Sedangkan batas aman radiasi bagi pekerja nuklir hanya 20 mSv… per tahun.

-Ramsar, Iran.
Kota yang berada di pesisir selatan Laut Kaspia ini punya kandungan radioaktif dua kali lipat dari Guaparani… yaitu 250 mSv. Kandungan radioaktif alami tertinggi berada di distrik Talesh Mahalleh, hingga 80 kali dari rata-rata kandungan radioaktif dunia. Lebih baik Anda pilih destinasi wisata lainnya.

Cara Mendeteksi Kanker Stadium Awal

Sudah bukan rahasia lagi bahwa setiap mnusia memang takut dengan namanya penyakit kanker, secara umum kanker bisa terjadi pada tubuh manusia kapan saja, karena pada dasarnya setiap manusia yang terlahir di dunia sudah memiliki sel kanker di dalamnya, dan jika manusia tersebut tidak memiliki hidup yang sehat bisa jadi sel kanker yang sudah ada di dalam tubuh tersebut menyebar dan menyerang salah satu anggota tubuh manusia, yang pada akhirnya tumbuh menjadi tumor ganas yang semakin hari semakin parah. Berbicara tentang penyakit kanker pada umumnya banyak orang yang tidak mengira bahwa mereka mengidap penaykit kanker karena dari beberapa jenis penyakit kanker di antaranya memiliki gejala yang tidak serius pada stadium awalnya seperti kanker kulit dan kanker nasofaring atau kanker tenggorokan. Untuk itu pada kesempatan kali ini akan di jelaskan mengenai cara mendeteksi kanker stadium awal.

Jika ada sesuatu yang aneh pada tubuh anda, ada kiranya anda memeriksakan diri pada RS untuk mengetahui apakah ada masalah yang serius pada tubuh anda, dan jika memang gejala tersebut memicu terjadinya penyakit kanker, pastinya para medis akan melakukan banyak cara untuk mendeteksi kanker pada tubuh Anda. Dan berikut ini adalah cara mendeteksi kanker stadium awal.

Mendeteksi Kanker dengan Scrining

Bisa dikatakan jika scrining menjadi salah satu cara mendeteksi kanker stadium awal paling utama, scrining ini bisa membantu untuk meningkatkan tingkat kelangsungan hidup dalam pengobatan kanker. Ada banyak macam dalam metode scrining ini tergantung dengan jenis kanker, entah itu kanker rahim, kanker vagina, kanker otak atau jenis kanker lainnya.  Dan macam-macam scrining ini terbgai menjadi 2 yaitu secrining invansif dan juga scrining non-invansif. Dalam tahap pertama para medis sebisa mungkin akan melakukan scrining non-invansif dan non radiasi seperti USG. Namun, jika scrining invansif ini tidak memiliki hasil yang maksimal dalam mendeteksi kanker akan di lakukan scrining invansif dan juga radiasi. semua ma

Tes darah

Tes darah menjadi slah satu cara untuk mendeteksi kanker stadium awal, meskipun pada cara ini mengakibatkan luka kecil, namun tidak memiliki efek samping yang serius. Tes darah ini berguna untuk menelusuri fungsi normal dari tiap-tiap organ dan sebagai tumor-marker, merupakan metode penunjang dalam mendeteksi kanker stadium awal, selain itu, juga bisa untuk memantau kekambuhan pada kanker. Cara mendeteksi kanker ini sering digunakan pada jenis kanker prostat, kanker paru-paru, kanker rahim, kanker usus besar dan banyak lagi lainnya.

X-ray

X-ray pada dasarnya masuk dalam cara mendeteksi kanker non-invansif. Foto X-ray ini cukup memiliki hasil yang akurat namun sinar radiasi yang tinggi mampu menyakiti tubuh pasiaen. Cara mendeteksi kanker yang satu ini sering di lakukan pada jenis kanker yang mnyerang dada seperti kanker paru-paru, dan juga kanker payudara. Perlu anda ingat cara X-ray ini ini tidak cocok dilakukan pada anak-anak, ibu hamil muda karena efek samping yang di timbulkan cukup memiliki rasa sakit pada tubuh yang terkena radiasi.

Pap Smear

Pap smear merupakan cara mendeteksi kanker yang tidak memiliki rasa sakit, tidak ada efek samping, dan yang terpenting keakuratannya lebih terjamin. Bisa di katakan jika pap smear ini erupakan metode utama dalam skrining kanker serviks.

Endoskopi

Selain pap smear, endoskopi juga mencajdi cara untuk mendeteksi kanker yang memiliki hasil sangat akurat, dengan metode kinerja yang langsung memahami bentuk tumor, penyebaran, tingkat keganasan, dll. Endoskopi yang sering digunakan terdapat esophagoscopy, gastroskopi dan kolonoskopi.

Awas: 4 Jenis Kanker Ini Biasa Menyerang Anak

Waspadalah terhadap serangan kanker pada anak. Sebab kanker dapat menyerang siapa saja dari berbagai usia, termasuk anak-anak. Menurut data yang dimiliki oleh KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), setiap tahun ada 4100 kasus baru kanker pada anak Indonesia.

Semua jenis kanker memang dapat menyerang anak-anak, namun ada beberapa jenis kanker yang biasanya diidap oleh anak-anak. Berikut empat jenis kanker yang paling sering menyerang anak-anak dan harus kita waspadai.

  1. Leukemia

    Gejala: Kelelahan, demam, keringat berlebihan pada malam hari, nyeri tulang dan sendi, berat badan menurun, hati dan limfa membengkak, mudah mengalami perdarahan atau memar, muncul bintik-bintik merah pada kulit.Dikenal pula dengan kanker darah, merupakan jenis kanker yang menyerang sel-sel darah putih. Kanker ini akan menyebabkan sumsum tulang memproduksi sel darah putih tidak normal yang tidak berfungsi dengan baik dalam jumlah yang berlebihan.Jumlah sel darah putih yang berlebihan ini akan menumpuk dan menyebar ke organ-organ tubuh seperti paru-paru, ginjal, hati, limfa, tulang belakang, bahkan otak. Beberapa faktor yang membuat risiko seorang anak terkena leukemia meningkat adalah faktor keturunan, paparan radiasi tinggi, asap rokok, dan menjalani pengobatan kanker.

  2. Kanker otak

    Gejala: Kejang-kejang, sakit kepala parah, muntah-muntah, perubahan perilaku, gangguan kemampuan melihat atau mendengar.

    Kanker otak adalah tumor ganas otak yang ada di otak atau tulang belakang dan menyebar dengan cepat ke bagian tubuh lain. Kebanyakan kanker otak berasal dari kanker pada organ tubuh lain yang menyebar hingga ke otak. Ada beberapa jenis kanker yang dapat menyebabkan kanker otak yaitu kanker usus, kanker payudara, kanker ginjal, melanoma, dan kanker paru.Faktor keturunan, radioterapi, paparan zat kimia, paparan asap rokok serta racun dari lingkungan sekitar menjadi beberapa faktor yang meningkatkan risiko seorang anak terkena kanker otak.

  3. Neuroblastoma

    Gejala: Demam, nafsu makan hilang, berat badan menurun.Neuroblastoma adalah kanker yang berkembang dari sel-sel saraf belum matang (neuroblast) pada anak-anak. Normalnya, tidak ada lagi neuroblast yang tersisa dalam tubuh anak setelah dilahirkan. Pada anak penderita neuroblastoma, sisa neuroblast akan terus berkembang dan membentuk tumor.Umumnya, neuroblastoma diderita oleh anak-anak yang berusia dibawah lima tahun. Neuroblastoma dapat menyerang bagian tubuh manapun. Dalam jangka panjang, neuroblastoma dapat menyebabkan komplikasi seperti gangguan pendengaran dan pertumbuhan, penyakit jantung dan ginjal, kemandulan, serta kanker jenis lainnya.

  4. Tumor Wilms

    Gejala: Perut membengkak, nyeri pada perut, munculnya benjolan pada perut ketika diraba.Tumor Wilms adalah salah satu jenis kanker ginjal yang umumnya menimpa anak-anak laki-laki berusia 3 sampai 4 tahun. Penyakit yang dikenal pula dengan nama nefroblastoma biasanya hanya muncul pada salah satu ginjal.Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seorang anak terkena tumor Wilms adalah keturunan dari ras Afro-Amerika, memiliki anggota keluarga pengidap tumor Wilms, serta mengidap sindrom anirida (tidak punya iris mata) atau hemihipertrofi (satu sisi badan lebih besar).

Awas Kanker Lambung. Kanker Lambung Dapat Menyerang Remaja Usia 20-an

Dengan seiring perkembangan zaman, gaya hidup manusia cenderung semakin tidak terkontrol dan
tidak sehat, membuat semakin banyak orang yang berusia muda yang terkena penyakit berbahaya, khususnya kanker.
Tak disangka, penyebab kanker lambung di usia yang sangat muda ini ternyata gara-gara kebiasaan sehari-hari yang sangat tidak sehat, contohnya : kerap mengkonsumsi makanan yang memiliki bahan pengawet, jarang bergerak karena hanya duduk seharian di kantor, serta malas minum air putih.
Selain penyebab diatas, ada berbagai macam factor terjadinya kanker lambung, diantaranya :
Mengkonsumsi makanan instan
makanan instan seringkali kaya akan kandungan lemak, garam, serta rendah vitamin dan nutrisi baik lainnya. Hal ini ternyata bisa merusak kesehatan lambung.
Mengkonsumsi makanan yang dipanggang
makanan yang dipanggang bisa memiliki sifat karsinogenik atau bisa menyebabkan kanker.
Makan acar
Salah satu jenis makanan yang diolah dengan cara diawetkan bersama dengan cuka dan garam ini kerap kali dijadikan bahan tambahan pada makanan tertentu. Yang menjadi masalah adalah, makanan ini memiliki kadar garam yang sangat tinggi sehingga bisa memicu masalah penyakit jantung dan kanker lambung.
Mengkonsumsi buah yang mulai membusuk
Mengkonsumsi buah yang mulai membusuk ternyata bisa menjadi pemicu kanker lambung. Meskipun kita sudah memotong bagian yang busuk dan hanya mengkonsumsi bagian yang masih baik, buah ini dikhawatirkan sudah terinfeksi jamur yang bisa memicu datangnya penyakit kanker.
Tramedica Peduli, Indonesia Sehat, Indonesia Bebas Kanker.

Wajib Tahu, 5 Fakta Penting tentang Kanker Serviks

Sedikit pengetahuan bisa membantu memerangi kanker serviks. Faktanya, semakin banyak wanita yang tahu tentang kanker serviks, semakin besar peluang mereka untuk dapat mencegahnya. Tingkat kematian akibat kanker serviks telah menurun lebih dari 50 persen dalam empat dekade terakhir. Ini karena para wanita telah belajar lebih banyak tentang risikonya dan karena jumlah peserta tes Pap yang meningkat, yang membantu dokter mengatasi penyakit ini, catat para ahli. Namun, karena kanker ini seringkali tidak disertai tanda peringatan dini. Berikut lima hal tentang kanker serviks: 1. Penyebab paling umum adalah human papillomavirus (HPV) Sekitar 99 persen kanker serviks disebabkan oleh infeksi menular seksual ini. Strain virus yang paling umum, HPV 16 dan HPV 18, bertanggung jawab untuk sekitar 70 persen dari semua kasus penyakit ini. Baru sekitar 14 juta infeksi HPV terdeteksi setiap tahunnya. Beberapa dibersihkan, tapi infeksi yang menetap dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. 2. Kanker serviks sering dicegah. Administrasi Makanan dan Obat A.S. telah menyetujui tiga vaksin HPV. Yang pertama adalah Gardasil, disetujui pada tahun 2006, untuk melindungi HPV 16 dan HPV 18. Pada tahun 2009, FDA menyetujui Cervarix. Vaksin ketiga, Gardasil 9, yang terbukti 97 persen efektif dalam mencegah kanker serviks, vulva dan vagina dan melindungi terhadap jenis HPV berisiko tinggi lainnya, disetujui pada tahun 2014. Dianjurkan agar pria dan wanita muda, 9 sampai 26 tahun, divaksinasi terhadap HPV. 3. Lesbian dan wanita biseksual cenderung tidak diskrining untuk kanker serviks. City of Hope menyarankan hal ini mungkin karena takut akan diskriminasi, pengalaman buruk dengan dokter di masa lalu, dan kesalahan informasi tentang kanker serviks. Saksikan juga video menarik berikut ini:
4. Semua wanita berusia 21 tahun ke atas harus menjalani tes dan pemeriksaan reguler. Ini harus mencakup pemeriksaan panggul tahunan dan tes Pap periodik, yang dianggap sebagai skrining rutin untuk kanker serviks. Untuk tes Pap, sel diambil dari serviks sehingga bisa diperiksa untuk kelainan apapun.Wanita berusia 20-an harus menjalani tes Pap setiap tiga tahun selama hasilnya tetap normal. Wanita usia 30 sampai 64 tahun harus menjalani tes Pap setiap lima tahun selama hasilnya tetap normal. 5. Tanda peringatan kanker serviks mungkin jarang terjadi. Kanker serviks dapat menyebabkan pendarahan, namun banyak wanita mengalami periode tidak teratur sehingga hal ini mungkin tidak biasa terjadi. Seringkali, penyakit ini tidak menimbulkan rasa sakit atau tanda peringatan yang jelas lainnya, sehingga betapa pentingnya melakukan skrining. Wanita yang mencurigai suatu masalah seharusnya tidak mengabaikan gejalanya dan mencari penanganan medis.
Anda tidak sendiri melawan kanker. kami peduli Indonesia sehat Indonesia bebas kanker.